Minggu, 17 April 2011

0
Kebudayaan Afrika Selatan

Afrika Selatan merupakan salah satu negara tertua di benua Afrika. Banyak suku telah menjadi penghuninya termasuk suku Khoi, Bushmen, Xhosa dan Zulu. Penjelajah Belanda yang dikenal sebagai Afrikaner tiba disana pada 1652. Pada saat itu Inggris juga berminat dengan negara ini, terutama setelah penemuan cadangan berlian yang melimpah. Hal ini menyebabkan Perang Britania-Belanda dan dua Perang Boer. Pada 1910, empat republik utama digabung di bawah Kesatuan Afrika Selatan. Pada 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania sepenuhnya.
Walaupun negara ini berada di bawah jajahan Britania, mereka terpaksa berbagi kuasa dengan pihak Afrikaner. Pembagian kuasa ini telah berlanjut hingga tahun 1940-an, saat partai pro-Afrikaner yaitu Partai Nasional (NP) memperoleh mayoritas di parlemen. Strategi-strategi partai tersebut telah menciptakan dasar apartheid (yang disahkan pada tahun 1948), suatu cara untuk mengawal sistem ekonomi dan sosial negara dengan dominasi kulit putih dan diskriminasi ras. Namun demikian pemerintahan Britania kerap kali menggagalkan usaha apartheid yang menyeluruh di Afrika Selatan.
Pada tahun 1961, setelah pemilu khusus kaum kulit putih, Afrika Selatan dideklarasikan sebagai sebuah republik. Bermula pada 1960-an, 'Grand Apartheid' (apartheid besar) dilaksanakan, politik ini menekankan pengasingan wilayah dan kezaliman pihak polisi.
Penindasan kaum kulit hitam terus berlanjut sehingga akhir abad ke-20. Pada Februari 1990, akibat dorongan dari bangsa lain dan tentangan hebat dari berbagai gerakan anti-apartheid khususnya Kongres Nasional Afrika (ANC), pemerintahan Partai Nasional di bawah pimpinan Presiden F.W. de Klerk menarik balik larangan terhadap Kongres Nasional Afrika dan partai-partai politik berhaluan kiri yang lain dan membebaskan Nelson Mandela dari penjara. Undang-undang apartheid mulai dihapus secara perlahan-lahan dan pemilu tanpa diskriminasi yang pertama diadakan pada tahun 1994. Partai ANC meraih kemenangan yang besar dan Nelson Mandela, dilantik sebagai Presiden kulit hitam yang pertama di Afrika Selatan. Walaupun kekuasaan sudah berada di tangan kaum kulit hitam, berjuta-juta penduduknya masih hidup dalam kemiskinan.
Sewaktu Nelson Mandela menjadi presiden negara ini selama 5 tahun, pemerintahannya telah berjanji untuk melaksanakan perubahan terutamanya dalam isu-isu yang telah diabaikan semasa era apartheid. Beberapa isu-isu yang ditangani oleh pemerintahan pimpinan ANC adalah seperti pengangguran, wabah AIDS, kekurangan perumahan dan pangan. Pemerintahan Mandela juga mula memperkenalkan kembali Afrika Selatan kepada ekonomi global setelah beberapa tahun diasingkankan karena politik apartheid. Di samping itu, dalam usaha mereka untuk menyatukan rakyat pemerintah juga membuat sebuah komite yang dikenal dengan Truth and Reconciliation Committee (TRC) dibawah pimpinan Uskup Desmond Tutu. Komite ini berperan untuk memantau badan-badan pemerintah seperti badan polisi agar masyarakat Afrika Selatan dapat hidup dalam aman dan harmonis.
Presiden Mandela menumpukan seluruh perhatiannya terhadap perdamaian di tahap nasional, dan mencoba untuk membina suatu jatidiri untuk Afrika Selatan dalam masyarakat majemuk yang terpisah oleh konflik yang berlarut-larut selama beberapa dasawarsa. Kemampuan Mandela dalam mencapai objektifnya jelas terbukti karena selepas 1994 negara ini telah bebas dari konflik politik. Nelson Mandela meletakkan jabatannya sebagai presiden partai ANC pada Desember 1997, untuk memberi kesempatan kepada Presiden yang baru yaitu Thabo Mbeki. Mbeki dipilih sebagai presiden Afrika Selatan selepas memenangi pemilu nasional pada tahun 1999, dan partainya menang tipis dua pertiga mayoritas di parlemen. Presiden Mbeki telah mengalihkan fokus pemerintahan dari pendamaian ke perubahan, terutama dari segi ekonomi negara.

Budaya

Pergaulan bebas di kalangan masyarakat Afrika Selatan di kawasan-kawasan perkotaan dan penindasan budaya kaum kulit hitam sewaktu era apartheid telah mengakibatkan hilangnya cara hidup lama di kota-kota di sini. Namun, budaya kulit hitam masih ada di kawasan pedesaan. Beberapa perbedaan budaya tetap ada di antara etnis-etnis di sana, seperti adat perkawinan dan hukum adat mereka. Tetapi pada umumnya, tradisi masyarakat kulit hitam adalah berlandaskan kepercayaan kepada dewa-dewa yang perkasa serta maskulin, semangat nenek-moyang dan kuasa-kuasa gaib. Poligami juga dibenarkan dan "lobolo" (mas kawin) biasanya akan dibayar. Kerbau memainkan peranan penting dalam kebanyakan budaya, sebagai simbol kekayaan dan hewan korban.
Kesenian Afrika Selatan dapat dilihat dari berbagai lukisan gua dan batu oleh suku San, beberapa di antaranya dilukis sejak 26.000 tahun yang lalu. Manik-manik yang direka secara teliti oleh suku Zulu juga merupakan kerajinan tangan yang populer di negara ini. Sayangnya, budaya kaum kulit hitam telah dihapus sewaktu era-apartheid. Tradisi sehari-hari yang berkaitan erat dengan tradisi dan budaya kaum kulit hitam telah diabaikan dan juga dihapuskan. Contoh yang paling ketara adalah pemusnahan "District Six", suatu kawasan multibudaya di Cape Town dan Sophiatown di Johannesburg, di mana banyak pemusik-pemusik terkenal internasional berkumpul dan mengasah kemahiran mereka. Antara kelompok musik terkenal termasuklah Ladysmith Black Mambazo yang berhasil membawa musik Afrika Selatan ke dunia Barat, sebelum dan juga selepas apartheid.
Dari segi makanan, bistik atau sosis boerewors, sayur rebus dan chips (kentang goreng) adalah makanan utama, dan makanan yang lebih menantang biasanya agak menakutkan. Makanan di sini mengarah lebih kepada daging. Makanan kaum Afrika jarang dijual di restoran-restoran disini, walaupun orang-orang dapat mendapatkan nasi yang murah serta "stew" dari gerai-gerai di perkotaan. Bir dan brandy merupakan minuman paling popular di kalangan masyarakatnya, dan anggur semakin popular di sini.

Budaya Pernikahan Unik di Afrika

Benua Afrika terkenal dengan kehidupan suku bangsanya yang masih primitif. Sifat primitif itu terlihatmulai dari cara mereka berpakaian, tingkah laku sosial, kebutuhan sarana fisik sampai kebudayaan mereka.
Nah dalam kesempatan kali ini saya akan men-sharing fakta tentang kebudayaan pernikahan yang terbilang unik dari berbagai suku primitif Afrika. Apanya yang unik?
Semuanya…mulai dari proses memilih calon pasangan, proses negoisasi dan sampai proses pernikahan. Bahkan dikatakan ada kalanya dalam proses pernikahan tersebut sering menelan korban jiwa pada sang mempelai, khususnya calon mempelai pria.


Berikut 3 contoh kebudayaan pernikahan yang unik di Afrika:
1. Tradisi Sharo
Tradisi Sharo dipraktekkan di negara-negaraAfrika seperti Mali, Nigeria dan Kamerun. Tradisi ini dipraktekkan dengan cara dimana para pria harus mengalahkan para penantangnya jika ingin mengambil istri. Ini betujuan untuk menunjukkan kejantanan dan kepantasan seorang pria meminang calon istri.
Para pria tersebut dipukuli oleh para penantang dan mereka harus menahan rasa sakit yang dialami. Jika mereka berhasil menahan rasa sakit dari pukulan-pukulan tersebut maka para pria tersebut akan dinyatakan sebagai pria sejati dan berhak mengambil calon istrinya. Tapi jika gagal, mereka tidak diperbolehkan untuk
mengambil para gadis sebagai istri. Bukan hanya tidak dapat mengambil calon istri, para pria yang gagal pun harus menanggung rasa malu yang teramat berat dan seringkali mereka yang gagal juga kehilangan nyawanya akibat luka-luka yang terlampau berat.
Wah ironis sekali ya. Kalau seperti itu, memang benar yang dikatakan orang kalau “cinta itu butuh pengorbanan”!

2. Culik dan Nikahi
Dalam bahasa Inggris – Kidnap and Marry -, merupakan tradisi pernikahan di kalangan Latwoka, sebuah suku di negara Sudan (Afrika). Tradisi ini terbilang brutal, aneh bahkan saya katakan “wong edan! enggak tahu sopan santun!”
Mengapa saya katakan seperti itu? Di tradisi ini jika seorang pria ingin menikahi seorang gadis, si pria hanya tinggal menculik sang gadis dan baru kemudian si pria dan keluarganya baru meminta persetujuan kepada keluarga sang gadis.
Tidak peduli sebelumnya, antara si pria dan si gadis incarannya sudah terjalin hubungan atau belum, bahkan apakah si gadis sudah pernah mengenal si pria atau belum itu tidak menjadi halangan untuk meminang sang gadis.
Setelah sang gadis diculik, barulah keluarga si pria yang “kurang ajar” ini datang menemui ayah dari sang gadis untuk meminta persetujuannya.
Jadi hai para gadis di belahan dunia manapun, berterima kasihlah kepada Tuhan karena kalian tidak dilahirkan di Latwoka dimana penculikan untuk dinikahi diperbolehkan.

3. Tradisi Lobola
Tradisi yang berhubungan dengan budaya pernikahan adat Lobola ini pada dasarnya menjadikan para gadis layaknya sebagai objek jual-beli. Mengapa begitu? Tradisi ini melibatkan negosiasi harga yang akan dibayar laki-laki untuk menikahi seorang gadis.
Disamping itu, proses tradisi Lobola berkesan rumit karena harus melalui protokol (tata aturan) tertentu yang harus ditaati oleh kedua belah pihak. Tata aturan yang dimaksud adalah seperti dilakukannya pertukaran pasangan.Yang dalam pertukaran tersebut, tidak diperbolehkan adanya pasangan yang sudah saling mengenal sebelumnya.
Jadi dapat dikatakan, calon mempelai pria dan wanita dijodohkan sepenuhnya oleh tata aturan adat, yang satu sama lain tidak saling mengenal pada tingkat keseriusan da kesucian suatu pernikahan. Dan juga dapat dikatakan tidak adanya dasar cinta satu sama lain dalam tradisi yang harus dipatuhi oleh semuanya ini. Apabila keluarga dari pengantin
tidak setuju dengan tradisi ini maka mereka akan dihukum. Sungguh mengenaskan..ckckck.

Berbahagialah kita yang beruntung tidak dilahirkan dalam kondisi kebudayaan seperti itu. Mungkin dulu ada di negara Indonesia bentuk seperti kisah “Siti Nurbaya”, tetapi itu dulu, dimana cinta antara 2 insan tidak dianggap keberadaannya.

Makanan Afrika

Afrika selatan tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya dan budayanya saja, namun juga dengan makanan.  Jika kamu ingin mencicipi makanan Afrika Selatan, cukup dengan mengunjungi pasar tradisional yang tersedia disana saja, banyak tersedia makanan yang tak pernah kamu temui sebelumnya.
Di local street di Afrika Selatan ini kamu bisa menemukan jenis makanan Italia, Maroko, Cina, Portugis dan juga India.  Dari mulai hamburger sampai sushi bisa kamu temukan di Afrika Selatan.
Nggak hanya makanan biasa aja yang bisa kamu temukan di negeri ini, makanan luar biasa alias ekstrim juga ada seperti misalnya sirloin buaya, caterpillars goreng dan bahkan kepala kambing.  Afrika Selatan memiliki banyak keragaman budaya, disana jenis-jenis makanan tertentu juga dimakan untuk beragam acara.
Daging ular merupakan salah satu makanan Afrika Selatan yang paling disukai turis dan juga populer diantara para pencinta kuliner lokal.  Makanan seperti biltong, yang merupakan daging diasinkan serta dikeringkan juga merupakan favorit.
Ada juga jenis makanan yang namanya babotie, yang mirip dengan shepherd pie, ada juga makanan tradisional Afrika Selatan yaitu brrai (sosis yang dibuat sendiri).  Banyak orang yang yakin bahwa Afrika Selatan terkenal memiliki kekayaan budaya karena makanannya.
Makanan Afrika Selatan ini tak hanya populer di negerinya sendiri saja namun juga di berbagai penjuru dunia.  Tentunya dengan era globalisasi seperti ini, makanan khas Afrika Selatan bisa dinikmati tak hanya di negeri asalnya.

Babotie

Makanan ini dibuat dari daging cincang dan dipanggang dengan topping telur. Makanan ini berasal dari Cape Malay yang rasanya pedas dan biasanya dihidangkan bersama dengan nasi, buah chutney, beberapa potongan pisang, dan taburan kelapa.

Biltong

Merupakan makanan ringan yang terbuat dari daging yang biasa dikenal masyarakat Indonesia dengan nama dendeng. Makanan ini agak keras, rasanya asin dan biasanya digunakan sebagai camilan ketika menonton pertandingan bola.

Boerewors

Makanan yang satu ini tergolong makanan yang unik karena bahan utama yang digunakan yaitu berasal dari daging ular yang disajikan dengan bentuk bulat dan terkadang dipotong-potong menyerupai sosis. Sehingga makanan ini dikenal sebagai sosis di Afrika Selatan. Makanan ini biasa disajikan bersama daging sapi cincang dan rempah-rempah.


Bunny Chow

Makanan ini dikenal masyarakat Afrika Selatan khususnya Durban yang dianggap sebagai makanan cepat saji yang terbuat dari roti diisi dengan saus tomat, saus kari dan keju.


Chakalaka

Hidangan yang satu bernama Chakalaka dikenal sebagai sayuran yang disukai masyarakat Afrika Selatan khususnya di Johannnesbur yang diolah menyerupai kari yang dicampur dengan susu kental manis (amasi). Makanan ini bisanya dinikmati bersama dengan roti atau pap.

Koeksister

Makanan ini mirip seperti donat hanya saja bentunya seperti dikepang yang mengolahnya dengan menggorengnya. Setelah itu masyarakat di sana biasa mengkonsumsinya dengan mencelupkannya ke dalam sirup.

Melktert

Menu melkert merupakan menu yang memiliki tekstur yang ringan yang diolahnya yang biasanya dipanggang. Dalam penyajiannya makanan ini biasanya diberi taburan bumbu cinnamon atau yang dikenal di Indonesia dengan kayu manis.

Pap

Hidangan yang satu bernama Pap yang dibuat dari tepung tepung gandum dan jagung yang diolah sebagai makanan pokok penduduk Bantu di Afrika Selatan. Selatan Makanan biasanya disajikan bersama dengan sayur yang diolah dengan bawang, jamur, saus, cabai, dan keju. Selain itu makanan yang dikenal sebagai bubur di Afrika Selatan dapat dinikmati dengan hidangan Chakalaka.

Vetkoek

Menu ini dibuat dari tepung terigu, garam, ragi yang berisi sosis yang dilumuri selai dan madu setelah itu baru digulung dan digoreng. makanan ini dikenal sebagai makanan cepat saji yang banyak ditemui di sudut-sudut kota Gauteng.

 sumber : sumber 1 , sumber 2 , sumber 3 , sumber 4

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Papan Tulis Putih~ | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards